20090209

ospek makan korban (lagii)

barusan liat di tipi kalo ada anak ITB meninggal gara-gara ospek "liar".. ga tau itu bener apa ga kalo gara-gara ospek.ato mungkin ada crita laen di balik itu.soalnya tadi di tipi blum ada keterangan dari pihak kampus.. huff.. jadi inget beberapa taon yg lallu waktu ospek di kampus.parah juga.hampir sama.tapi katanya orang-orang sekitar kampusku situ yg jamanku kemaren uda aga beradab ngospeknya.ga kayak dulu yg katanya parah.hampir ngawur.malah ga jarang juga sampe drop.mentalnya down.semi gila gitu katanya.jadi mereka yg ga kuat pada pindah.. heem.. memori kampus "biru" itu terulang lagi.. masih ga abis pikir,ngapaen sih pake kegiatan-kegiatan ga penting gitu.ya boleh lah "beda".tapi yo sewajarnya ae po'o.kan kesitu pada niat belajar.ga di sentak-sentak,di suruh-suruh,di perlakukan seenaknya.jujur aku pun sempet ada trauma ama hal-hal kaya gitu.kasian yg pada masuk situ pake beasiswa ato "subsidi".kalo misal ada apa-apa dan dia jadi tanggungan keluarga di kampung gimana.. semoga hal-hal kaya gini ga keulang lagi.yg senior-senior juga moga makin tua makin sadaar!!ga perlu hal-hal ga penting itu kejadian lagi.. oiya.. blogku tampilannya baru lho.. hehe.akhirnya bisa juga gantinya.walopun kudu di setting ulang semuae.dan agak beda juga kerasanya.tp not bad lah.new look.hehe.masi pengen hunting template lagi.masi ga sreg ama yg ini..

1 comment:

Blog Watcher said...

ATAS NAMA PENDIDIKAN

Putih kapas dapat dilihat, putih hati berkeadaan. Demikianlah keadaanku kini, terbujur kaku di pusaran pembaringan dengan taburan do'a di atasnya. Ya.. memang... aku telah mati!! aku harap... Janganlah engkau terkejut karenanya... aku adalah mayat korban kekerasan atas nama pendidikan.


Tahun 2008... aku putuskan untuk memulai perjalanan panjangku. Teknik Geodesi ITB menjadi pijakan utamaku. ITB.. salah satu Universitas besar... Impianku, ku mulai dari sana.


Berjuta harapan dan terpaung jelas di kampus itu, menjadi orang besar di Indonesia... Menjadi orang berguna. Tujuanku satu, dapat mengarungi maghligai bahagia di masa mendatang.


Setelah beberapa lama...

Rencana tinggalah rencana. Semua sia-sia belaka... Kala ku tahu kekerasan menjadi legalitas disana. Dengan sangat terpaksa, satu persatu mimpi indahku terpaksa ku tanggalkan. Mimpiku membuatku terluka. Mimpiku membuat aku menderita. Aku kecewa... kecewa... sungguh kecewa...


Di ITB, aku hanyalah sansak hidup yang berada dalam arena tinju pendidikan Universitas. Mereka bebas menamparku, meraka bebas menginjakku, mereka bebas memukulku, mereka meludahiku... mereka bebas melakukan kekerasan... semua demi nama pendidikan...


Feb 2009... dengan berat hati, aku mengakhiri perjalananku. Ku tutup mataku... Ku hembuskan nafas terakhirku... Karena pendidikan mengajarkan kekarasan.

sumber:http://www.asyiknyaduniakita.blogspot.com/

Post a Comment